Bintang di malam hari tak akan pernah bisa aku tolak kehadirannya
Muncul begitu saja jika saatnya sudah tepat
Kupu-kupu pun tidak pernah bisa aku usir dari bunga tempat dia hinggap
Jika kupu-kupu sudah sangat nyaman di bunga itu
Tapi bagaimana kalau aku sendiri yang lari dari kehadiran bintang itu
Walaupun sebenarnya aku sangat mengharapkannya
Tapi bagaimana jika aku mengingikan kupu-kupu itu pindah ke bunga yang lain
Walaupun aku tak punya kuasa untuk memaksanya
Kalaupun aku tetap lari dari bintang itu
Aku berharap dia tetap ada di balik anganku, berharap bisa tidak menolaknya di kehidupan yang lain
Kalaupun tidak bisa mengusir kupu-kupu itu
Aku berharap kupu-kupu itu adalah kupu-kupu yang bisa membuat bunga itu selalu terlihat indah
Hidup adalah pilihan
Terkadang tidak puas, karena pilihan itu bukan pilihan hati
Tapi apapun pilihan untuk kita
Kita harus terima karena hidup pun bukan pilihan kita
Sambil berharap semoga suatu saat kita bisa memilih sesuai dengan hati kita di kehidupan yang lain
Siang itu pikiranku bertanya
Mengapa aku terpaku melihat kupu-kupu dibunga itu
Pada awalnya aku hanya tertarik pada warnanya
Putih menawan dan kuning yang membuatnya selalu terlihat diantara bunga-bunga itu
Entah mengapa disaat kupu-kupu itu sudah tidak terlihat dibunga itu
Kupu-kupu itu terlihat jelas di balik bola mataku
Diam dan sesekali terihat tersenyum
Tergambar jelas bagaimana kupu-kupu itu ingin membuat pelangi disekitarnya
Apakah kupu-kupu itu tahu ia telah ada dibalik bola mataku sebelum ia menjadi kupu-kupu?
Apakah dia sadar mataku telah berkata sesuatu padanya?
Apakah dia tahu saat melihat ia bermetamorfosis adalah saat yang membahagiakan untukku?
Apakah dia tahu dengan tidak sengaja dia selalu membuat pelangi yang tidak dia sadari?
Kupu-kupu akan selalu jadi kupu-kupu
Tidak akan pernah kembali jadi kepompong
Pelangi akan selalu terlihat jika ia kupu-kupu
Karena kepompong hanya hujan yang turun sebelum pelangi
Mengapa aku terpaku melihat kupu-kupu dibunga itu
Pada awalnya aku hanya tertarik pada warnanya
Putih menawan dan kuning yang membuatnya selalu terlihat diantara bunga-bunga itu
Entah mengapa disaat kupu-kupu itu sudah tidak terlihat dibunga itu
Kupu-kupu itu terlihat jelas di balik bola mataku
Diam dan sesekali terihat tersenyum
Tergambar jelas bagaimana kupu-kupu itu ingin membuat pelangi disekitarnya
Apakah kupu-kupu itu tahu ia telah ada dibalik bola mataku sebelum ia menjadi kupu-kupu?
Apakah dia sadar mataku telah berkata sesuatu padanya?
Apakah dia tahu saat melihat ia bermetamorfosis adalah saat yang membahagiakan untukku?
Apakah dia tahu dengan tidak sengaja dia selalu membuat pelangi yang tidak dia sadari?
Kupu-kupu akan selalu jadi kupu-kupu
Tidak akan pernah kembali jadi kepompong
Pelangi akan selalu terlihat jika ia kupu-kupu
Karena kepompong hanya hujan yang turun sebelum pelangi
Pernah aku melihat sebuah lukisan di sela waktuku
Entah apa yang menyempatkanku melihatnya
Kulihat sejenak untuk mengetahui apa arti lukisan itu
Kusentuh garis warna untuk merasakan apa yg ingin disampaikan pelukisnya
Aku mulai merasakan kenyamanan memandang lukisan itu
Garis warnanya dapat kulihat walau belum sempurna
Aku bisa merasakan lukisan itu di relungku
Entah bagaimana lukisan itu bisa menghantui
Entah bagaimana rasanya jika lukisan itu sudah tidak berada ditempatnya
Tidak mungkin aku membuat lukisan lain karena aku tidak bisa
Tidak mungkin aku membuat lukisan lain karena lukisan itu hanya satu
Tidak mungkin aku membuat lukisan lain karena relungku masih dihantui lukisan itu
Garis warna yang tak mungkin bisa kuhapus
Gambar yang selalu membekas di mataku
Semua bagaikan syair indah kehidupan di anganku
Syair yang membuatku ingin terus melihat warna putih diantara semua warna dilukisan itu
Entah apa yang menyempatkanku melihatnya
Kulihat sejenak untuk mengetahui apa arti lukisan itu
Kusentuh garis warna untuk merasakan apa yg ingin disampaikan pelukisnya
Aku mulai merasakan kenyamanan memandang lukisan itu
Garis warnanya dapat kulihat walau belum sempurna
Aku bisa merasakan lukisan itu di relungku
Entah bagaimana lukisan itu bisa menghantui
Entah bagaimana rasanya jika lukisan itu sudah tidak berada ditempatnya
Tidak mungkin aku membuat lukisan lain karena aku tidak bisa
Tidak mungkin aku membuat lukisan lain karena lukisan itu hanya satu
Tidak mungkin aku membuat lukisan lain karena relungku masih dihantui lukisan itu
Garis warna yang tak mungkin bisa kuhapus
Gambar yang selalu membekas di mataku
Semua bagaikan syair indah kehidupan di anganku
Syair yang membuatku ingin terus melihat warna putih diantara semua warna dilukisan itu
Kadang aku bermain di dalam kala waktu
Tidak ada yang abadi disana
Walaupun aku merasa nyaman, tapi permainan ada batas waktunya
Walaupun aku merasa ingin terus, tapi aku harus kembali ke tempatku sebenarnya
Setelah pergi dari kala waktu
Aku hanya bisa merajut mimpi di dalam keheninganku
Tapi mimpi tak akan bisa terwujud tanpa angan yang mengharapkan kehadiran bintang di keheninganku
Mimpi tak bisa terwujud tanpa aku tahu bintang itu bersinar untukku.
Datang dan pergi adalah hal biasa didalam kala waktu
Tapi ingatanku tak bisa menahan kenanganku
Semua terlihat indah
Walau sebenarnya ada yang bersembunyi di mataku
Hariku terus berjalan
Tanpa menghiraukan rasa yg tercipta di ingatanku
Aku yakin akan ada rasa baru yang menghampiriku
Sambil berharap, semoga tidak ada lagi yang bersembunyi di mataku
Tidak ada yang abadi disana
Walaupun aku merasa nyaman, tapi permainan ada batas waktunya
Walaupun aku merasa ingin terus, tapi aku harus kembali ke tempatku sebenarnya
Setelah pergi dari kala waktu
Aku hanya bisa merajut mimpi di dalam keheninganku
Tapi mimpi tak akan bisa terwujud tanpa angan yang mengharapkan kehadiran bintang di keheninganku
Mimpi tak bisa terwujud tanpa aku tahu bintang itu bersinar untukku.
Datang dan pergi adalah hal biasa didalam kala waktu
Tapi ingatanku tak bisa menahan kenanganku
Semua terlihat indah
Walau sebenarnya ada yang bersembunyi di mataku
Hariku terus berjalan
Tanpa menghiraukan rasa yg tercipta di ingatanku
Aku yakin akan ada rasa baru yang menghampiriku
Sambil berharap, semoga tidak ada lagi yang bersembunyi di mataku
Satu malam aku terhentak dari keheninganku
Sebuah gambaran buruk tercipta di anganku
Sulit melukiskannya karena memang gambaran itu tercipta dari Sang Raja Lukis
Aku pun tak dapat menceritakan semuanya kembali karena sulit membayangkan gambaran itu.
Aku berada di antara panas yang menyelimutiku
Aku berada di antara pedih yang menusukku
Aku berada di antara sedih yang menghantui anganku
Aku berada di antara kecewa yang tumbuh di hatiku
Sesaat aku berpikir,
Sekalipun, aku jarang mencuci baju hatiku
Sekalipun, aku jarang mencuci baju hartaku
Sekalipun, aku jarang mencuci baju kesempatanku
Malam itu, aku merasa menjadi iblis
Sombong yang selalu menjadi baju hatiku
Kufur yang selalu menjadi baju hartaku
Bodoh yang selalu menjadi baju kesempatanku
Semoga aku bisa menghapus hitam membutakan dan menggantinya dengan cahaya putih kehangatan.
Sebuah gambaran buruk tercipta di anganku
Sulit melukiskannya karena memang gambaran itu tercipta dari Sang Raja Lukis
Aku pun tak dapat menceritakan semuanya kembali karena sulit membayangkan gambaran itu.
Aku berada di antara panas yang menyelimutiku
Aku berada di antara pedih yang menusukku
Aku berada di antara sedih yang menghantui anganku
Aku berada di antara kecewa yang tumbuh di hatiku
Sesaat aku berpikir,
Sekalipun, aku jarang mencuci baju hatiku
Sekalipun, aku jarang mencuci baju hartaku
Sekalipun, aku jarang mencuci baju kesempatanku
Malam itu, aku merasa menjadi iblis
Sombong yang selalu menjadi baju hatiku
Kufur yang selalu menjadi baju hartaku
Bodoh yang selalu menjadi baju kesempatanku
Semoga aku bisa menghapus hitam membutakan dan menggantinya dengan cahaya putih kehangatan.
