Kadang aku bermain di dalam kala waktu
Tidak ada yang abadi disana
Walaupun aku merasa nyaman, tapi permainan ada batas waktunya
Walaupun aku merasa ingin terus, tapi aku harus kembali ke tempatku sebenarnya
Setelah pergi dari kala waktu
Aku hanya bisa merajut mimpi di dalam keheninganku
Tapi mimpi tak akan bisa terwujud tanpa angan yang mengharapkan kehadiran bintang di keheninganku
Mimpi tak bisa terwujud tanpa aku tahu bintang itu bersinar untukku.
Datang dan pergi adalah hal biasa didalam kala waktu
Tapi ingatanku tak bisa menahan kenanganku
Semua terlihat indah
Walau sebenarnya ada yang bersembunyi di mataku
Hariku terus berjalan
Tanpa menghiraukan rasa yg tercipta di ingatanku
Aku yakin akan ada rasa baru yang menghampiriku
Sambil berharap, semoga tidak ada lagi yang bersembunyi di mataku
Satu malam aku terhentak dari keheninganku
Sebuah gambaran buruk tercipta di anganku
Sulit melukiskannya karena memang gambaran itu tercipta dari Sang Raja Lukis
Aku pun tak dapat menceritakan semuanya kembali karena sulit membayangkan gambaran itu.
Aku berada di antara panas yang menyelimutiku
Aku berada di antara pedih yang menusukku
Aku berada di antara sedih yang menghantui anganku
Aku berada di antara kecewa yang tumbuh di hatiku
Sesaat aku berpikir,
Sekalipun, aku jarang mencuci baju hatiku
Sekalipun, aku jarang mencuci baju hartaku
Sekalipun, aku jarang mencuci baju kesempatanku
Malam itu, aku merasa menjadi iblis
Sombong yang selalu menjadi baju hatiku
Kufur yang selalu menjadi baju hartaku
Bodoh yang selalu menjadi baju kesempatanku
Semoga aku bisa menghapus hitam membutakan dan menggantinya dengan cahaya putih kehangatan.
Sebuah gambaran buruk tercipta di anganku
Sulit melukiskannya karena memang gambaran itu tercipta dari Sang Raja Lukis
Aku pun tak dapat menceritakan semuanya kembali karena sulit membayangkan gambaran itu.
Aku berada di antara panas yang menyelimutiku
Aku berada di antara pedih yang menusukku
Aku berada di antara sedih yang menghantui anganku
Aku berada di antara kecewa yang tumbuh di hatiku
Sesaat aku berpikir,
Sekalipun, aku jarang mencuci baju hatiku
Sekalipun, aku jarang mencuci baju hartaku
Sekalipun, aku jarang mencuci baju kesempatanku
Malam itu, aku merasa menjadi iblis
Sombong yang selalu menjadi baju hatiku
Kufur yang selalu menjadi baju hartaku
Bodoh yang selalu menjadi baju kesempatanku
Semoga aku bisa menghapus hitam membutakan dan menggantinya dengan cahaya putih kehangatan.
